KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas dan berprestasi. Pada Rabu, 17 April 2026, kampus yang berlokasi di kawasan Kendari ini merayakan pencapaian gemilang ketika mahasiswanya, Kelompok Inovasi Teknologi “InnovaKen,” berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta.
Kelompok yang terdiri dari lima mahasiswa lintas program studi ini berhasil mengalahkan lebih dari 150 peserta dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dengan menghadirkan inovasi teknologi terapan yang bernama “AquaFarm Smart System”—sebuah sistem otomasi peternakan ikan air tawar berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas petani ikan lokal.
Latar Belakang Pencapaian yang Membanggakan
Kesuksesan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan dukungan penuh dari institusi kampus. Kelima anggota tim, yang dipimpin oleh Muhammad Rizki Pratama (mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, semester 7), didampingi oleh empat rekan setim yaitu Siti Nur Azizah (Teknik Elektro), Budi Santoso (Manajemen Bisnis), dan Hendra Wijaya (Teknik Mesin), telah melakukan riset mendalam selama enam bulan.
Ide awal proyek ini berasal dari pengamatan langsung terhadap permasalahan yang dihadapi oleh petani ikan di sekitar Kendari. Banyak petani ikan yang masih menggunakan cara tradisional dalam mengelola kolam ikan mereka, mulai dari pemberian pakan manual, monitoring kualitas air yang tidak konsisten, hingga kontrol suhu yang minim.
“Kami melihat peluang besar untuk membantu para petani ikan di Sulawesi Tenggara dengan teknologi. Kompetisi ini menjadi platform yang tepat untuk mengembangkan ide kami,” ungkap Rizki saat memberikan uraian tentang perjalanan inovasi mereka di hadapan media massa di Ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu siang.
Inovasi Teknologi yang Mengubah Industri Peternakan Ikan
AquaFarm Smart System yang mereka ciptakan merupakan solusi komprehensif yang mengintegrasikan berbagai sensor dan teknologi canggih. Sistem ini mampu memonitor secara real-time parameter-parameter penting dalam peternakan ikan, seperti tingkat pH air, oksigen terlarut, suhu, dan tingkat kekeruhan air.
Keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan rekomendasi otomatis kepada petani melalui aplikasi mobile yang user-friendly. Sistem dilengkapi dengan algoritma machine learning yang dapat memprediksi kondisi kesehatan ikan dan potensi penyakit, sehingga petani dapat melakukan tindakan pencegahan lebih awal.
“Apa yang membedakan sistem kami dari kompetitor adalah fokus kami pada affordability dan aksesibilitas. Kami memahami bahwa mayoritas petani ikan kecil di Indonesia tidak mampu menginvestasikan jutaan rupiah untuk teknologi mahal. Oleh karena itu, kami merancang sistem ini dengan biaya produksi yang terjangkau namun tetap mempertahankan kualitas dan efektivitas,” jelas Siti Nur Azizah, anggota tim yang bertanggung jawab atas aspek teknis hardware.
Penelitian mereka juga menunjukkan bahwa implementasi AquaFarm Smart System dapat meningkatkan produktivitas kolam ikan hingga 35 persen, mengurangi tingkat kematian ikan sebesar 28 persen, dan menghemat biaya operasional hingga 40 persen. Data-data ini menjadi salah satu alasan tim kami berhasil meyakinkan para juri dalam kompetisi nasional.
Dukungan Penuh dari Universitas Muhammadiyah Kendari
Pencapaian luar biasa ini tidak terlepas dari peran aktif pimpinan dan struktur akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Jaringan Kampus yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan inovasi mahasiswa.
Dalam konferensi pers yang diadakan di kampus, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Rakhmat Surianto, M.Sc., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang telah dicapai oleh kelima mahasiswa tersebut.
“Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan dukungan infrastruktur yang memadai, bimbingan dari dosen-dosen berkualitas, dan semangat yang tinggi, mahasiswa kami mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Dr. Rakhmat Surianto dengan penuh antusiasme.
Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa universitas telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan penelitian dan inovasi mahasiswa melalui berbagai program, termasuk Innovation Grant, Mentoring Program, dan Inkubator Bisnis.
“Kami percaya bahwa universitas bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga institusi yang harus mendorong mahasiswa untuk menciptakan solusi nyata terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Prestasi yang diraih oleh tim InnovaKen adalah bukti nyata dari visi kami tersebut,” tambah Rektor.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Hj. Nuralam, S.E., M.M., juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras dosen-dosen pembimbing. “Tim dosen yang membimbing mahasiswa ini telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya memberikan arahan akademis, tetapi juga motivasi untuk terus berinovasi dan tidak takut untuk bermimpi besar,” ungkap Dr. Nuralam.
Jalan Panjang Menuju Juara Nasional
Perjalanan tim InnovaKen menuju puncak kesuksesan ini tidaklah mudah. Mereka telah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat sejak pendaftaran pada bulan Januari 2026.
Pada babak penyisihan regional, tim ini berhasil lolos sebagai salah satu dari sepuluh peserta terbaik dari wilayah Sulawesi. Kemudian, pada babak semifinal nasional yang diadakan pada bulan Maret 2026, mereka kembali berhasil melampaui ekspektasi dengan meraih skor tertinggi di antara seluruh peserta dari berbagai region.
“Saat kami mengetahui bahwa kami masuk babak final, kami tidak langsung merasa yakin bisa menang. Apalagi dalam final ini, kami bersaing dengan tim-tim dari universitas ternama seperti ITB, UI, dan Undip. Namun, kami tetap fokus pada kualitas inovasi kami dan terus melakukan penyempurnaan,” cerita Budi Santoso, yang bertanggung jawab atas analisis bisnis dan pemasaran dari inovasi mereka.
Dalam final competition yang berlangsung selama dua hari pada 15-16 April 2026, setiap tim diminta untuk melakukan presentasi mendalam tentang inovasi mereka di hadapan panel juri yang terdiri dari para ahli dan profesional industri terkemuka. Selain presentasi, tim juga harus melewati sesi tanya jawab yang intensif.
“Momen presentasi kami sangat menegangkan. Saat itu, kami menyadari bahwa segala persiapan selama berbulan-bulan akan diuji dalam waktu singkat. Namun, karena kami memiliki data yang solid dan presentasi yang matang, kami bisa menjawab semua pertanyaan dari juri dengan percaya diri,” recall Hendra Wijaya, desainer utama prototype AquaFarm Smart System.
Dampak dan Rencana Pengembangan Lebih Lanjut
Kemenangan ini membuka berbagai peluang menarik bagi kelima mahasiswa tersebut. Selain menerima hadiah utama berupa uang tunai sebesar 250 juta rupiah, tim juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan program magang di salah satu perusahaan teknologi multinasional terkemuka selama enam bulan.
Namun, yang lebih penting bagi mereka adalah kesempatan untuk mengkomersialkan inovasi mereka. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menawarkan dukungan melalui Unit Inkubator Bisnis untuk membantu tim dalam mengembangkan startup mereka.
“Kami sudah menerima beberapa penawaran dari investor yang tertarik untuk mendukung pengembangan AquaFarm Smart System ke tahap komersial. Rencana kami adalah melakukan pilot project dengan beberapa kelompok petani ikan di Kendari dan sekitarnya dalam enam bulan ke depan,” ungkap Rizki dengan optimisme.
Dalam rencana jangka panjang, tim berharap dapat memperluas jangkauan sistem mereka tidak hanya untuk peternakan ikan, tetapi juga untuk pertanian berkelanjutan lainnya. Mereka juga berencana untuk mengajukan paten atas inovasi mereka ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Dr. Rakhmat Surianto menyatakan bahwa universitas siap memberikan dukungan penuh untuk komersialisi inovasi tersebut. “Universitas akan memfasilitasi proses legalitas, networking dengan industri, dan pendanaan awal untuk scale-up bisnis mereka. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghasilkan entrepreneur muda yang inovatif dan berdampak sosial,” jelas beliau.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lainnya
Pencapaian tim InnovaKen juga menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari. Beberapa mahasiswa lain sudah menunjukkan minat untuk mengikuti kompetisi inovasi di tingkat nasional dan internasional pada tahun depan.
Pihak akademik universitas pun merespons dengan positif antusiasme ini. Mereka telah merencanakan untuk meningkatkan jumlah mentor profesional yang tersedia dan memperluas akses ke berbagai kompetisi inovasi internasional.
“Kesuksesan satu tim akan membawa kesuksesan tim-tim berikutnya. Kami ingin menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di universitas kami, di mana mahasiswa merasa didukung dan diberdayakan untuk menciptakan solusi inovatif,” tambah Dr. Nuralam.
Penutup
Dengan meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026, Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan kepada dunia bahwa institusi pendidikan di daerah seperti Kendari mampu menghasilkan inovator-inovator berkualitas tinggi yang dapat bersaing di level nasional bahkan internasional.
Kelima mahasiswa yang tergabung dalam tim InnovaKen—Muhammad Rizki Pratama, Siti Nur Azizah, Budi Santoso, dan Hendra Wijaya—telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, tidak ada yang tidak mungkin. Inovasi mereka bukan hanya sekadar proyek akademik, tetapi sebuah solusi nyata yang memiliki potensi untuk mengubah kehidupan ribuan petani ikan di Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan talenta-talenta muda yang inovatif dan berprestasi, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan masyarakat luas.
Redaksi: [Dikutip dari Kantor Pers Universitas Muhammadiyah Kendari, 17 April 2026]