Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Jaringan Kampus (UJK) yang tersebar di berbagai wilayah, telah meluncurkan program komprehensif untuk meningkatkan akreditasi institusional dan standar mutu akademik. Inisiatif strategis ini menjadi fokus utama manajemen kampus pasca-evaluasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada kuartal sebelumnya.
Seiring dengan dinamika pendidikan tinggi Indonesia yang terus berkembang, Universitas Muhammadiyah Kendari mengakui pentingnya peningkatan mutu akademik sebagai fondasi keberlanjutan institusi. Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar akreditasi nasional, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem akademik yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan industri lokal dan nasional.
Latar Belakang Program Peningkatan Mutu
Unit Jaringan Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, yang mencakup berbagai program studi dari jenjang diploma hingga pascasarjana, telah mengidentifikasi beberapa area strategis yang memerlukan penguatan. Berdasarkan hasil self-evaluation dan feedback dari stakeholder eksternal, tim manajemen kampus merumuskan roadmap komprehensif untuk akselerasi peningkatan mutu.
“Kami memahami bahwa akreditasi institusional dengan peringkat A adalah target yang ambisius namun sangat realistis untuk dicapai dalam tiga tahun ke depan,” ungkap Dr. H. Amin Surahman, S.E., M.Si., Rektor Unit Jaringan Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam acara launching program pada Kamis (13/4/2026) di Aula Utama Kampus Kendari.
Menurut data internal universitas yang diperoleh media, posisi akreditasi institusional kampus saat ini berada pada level B, dengan skor total 303 poin dari skala maksimal 365 poin. Hasil penilaian terakhir menunjukkan bahwa ada tiga aspek utama yang memerlukan perbaikan strategis, yakni penelitian dan pengabdian masyarakat, kerjasama internasional, dan infrastruktur akademik.
Pilar-Pilar Strategis Program Peningkatan Mutu
Program peningkatan mutu yang diluncurkan memiliki empat pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) akademik dan nonakademik. Universitas telah mengalokasikan dana khusus untuk program pelatihan pengembangan diri, workshop penelitian, dan scholarship untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bagi dosen muda.
“Kami percaya bahwa SDM adalah aset terpenting. Dalam tahun ini saja, kami telah merencanakan 15 program pelatihan berkelanjutan untuk dosen dan tenaga kependidikan,” jelas Dr. Siti Nurlaela, M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Institusi, dalam diskusi panel yang menghadirkan berbagai stakeholder kampus.
Pilar kedua fokus pada peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Unit Jaringan Kampus telah membentuk research cluster untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan isu-isu lokal dan kontemporer. Khususnya, penelitian tentang pembangunan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara menjadi salah satu fokus utama.
“Target kami adalah meningkatkan jumlah publikasi internasional dari 42 publikasi tahun lalu menjadi minimal 70 publikasi dalam satu tahun ke depan,” tambah Dr. Surahman. “Kami juga menyediakan dana insentif yang menarik bagi peneliti yang berhasil mempublikasikan hasil riset di jurnal terakreditasi internasional.”
Pilar ketiga adalah penguatan kerjasama dengan berbagai institusi, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan 12 universitas mitra di berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Jepang. Kerjasama ini mencakup student exchange, dual degree program, dan joint research initiatives.
“Melalui kerjasama internasional ini, mahasiswa kami memiliki kesempatan untuk memperkaya pengalaman akademik dan budaya,” ujar Dr. Muhammad Rizki, S.T., M.T., Ph.D., Kepala Pusat Kerjasama Internasional, yang juga hadir dalam acara launching.
Pilar keempat menyangkut modernisasi infrastruktur akademik dan fasilitas pendukung. Universitas telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk pembangunan gedung laboratorium baru, perpustakaan digital terintegrasi, dan learning center berstandar internasional. Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa secara keseluruhan.
Strategi Operasional dan Timeline Implementasi
Implementasi program peningkatan mutu dilakukan melalui pendekatan yang terstruktur dengan milestone yang jelas. Pada fase pertama (April–Juni 2026), universitas fokus pada strengthening assessment system dan quality assurance mechanism yang lebih robust. Setiap unit dan program studi diminta untuk melakukan self-evaluation mendalam dan mengidentifikasi area improvement yang spesifik.
“Kami menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) dalam setiap inisiatif peningkatan mutu. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci kesuksesan program ini,” jelas Dr. Nurlaela dalam presentasi teknis program.
Fase kedua (Juli–November 2026) difokuskan pada implementasi program-program strategis. Pada periode ini, seluruh research cluster harus sudah beroperasi secara optimal, program pelatihan SDM sudah dilaksanakan minimal dua putaran, dan kerjasama internasional sudah mulai menghasilkan output konkret.
Fase ketiga (Desember 2026–Maret 2027) merupakan periode konsolidasi dan evaluasi menyeluruh. Hasilnya akan dijadikan bahan untuk penyempurnaan strategi sebelum memasuki fase persiapan self-evaluation untuk akreditasi institusional berikutnya.
Dukungan dari Pimpinan Pusat dan Komunitas Kampus
Universitas Muhammadiyah Kendari memperoleh dukungan penuh dari pimpinan pusat Persyarikatan Muhammadiyah. Bapak Prof. Dr. H. Bambang Setiaji, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah, dalam surat dukungan yang dibaca saat acara launching, menekankan komitmen organisasi terhadap peningkatan mutu seluruh institusi pendidikan Muhammadiyah.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki potensi besar untuk menjadi flagship institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia. Program peningkatan mutu ini adalah langkah konkret menuju visi tersebut,” ungkapan Prof. Dr. Bambang Setiaji dalam surat tersebut.
Selain itu, konsil mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. Dalam forum diskusi yang diadakan sebelum launching, mahasiswa menyampaikan harapan mereka agar peningkatan mutu akademik juga dibarengi dengan peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan mahasiswa.
“Kami sangat mendukung program ini. Kami percaya bahwa investasi pada mutu akademik akan meningkatkan standar lulusan kami di pasar kerja,” kata Muh. Irfan Rahman, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, yang turut hadir dalam acara launching.
Dampak yang Diharapkan
Program peningkatan mutu ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam perspektif akademik, peningkatan mutu diharapkan akan meningkatkan reputasi kampus dan daya tarik bagi calon mahasiswa berkualitas. Data internal menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, minat pendaftar ke Universitas Muhammadiyah Kendari mengalami peningkatan rata-rata 15 persen per tahun.
Dari sisi kepuasan stakeholder, program ini juga diharapkan akan meningkatkan akuntabilitas publik universitas. Transparansi dalam pengelolaan program dan hasil-hasilnya akan dikomunikasikan secara berkala kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk media massa dan platform digital.
“Kami berkomitmen untuk menjadi universitas yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Kendari dan sekitarnya,” tegas Dr. Surahman.
Penutup
Program peningkatan mutu Universitas Muhammadiyah Kendari Unit Jaringan Kampus menandai dimulainya era baru dalam komitmen institusi terhadap excellence dalam pendidikan tinggi. Dengan strategi yang komprehensif, dukungan penuh dari berbagai pihak, dan target yang terukur, pencapaian akreditasi institusional A dalam tiga tahun ke depan bukan lagi mimpi yang mustahil.
Seiring dengan dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, universitas ini telah menunjukkan political will yang kuat untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar mutu. Keberhasilan program ini akan tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga pada peningkatan kualitas lulusan yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional dan daerah.
Masyarakat Kendari dan stakeholder lainnya kini menantikan apakah target ambisius ini benar-benar dapat terwujud. Namun berdasarkan struktur program, alokasi sumber daya, dan komitmen yang ditunjukkan oleh pimpinan dan civitas akademika, prospek kesuksesan program peningkatan mutu ini sangat terbuka lebar.
—
[Penulis adalah jurnalis kampus yang meliput perkembangan pendidikan tinggi di Kendari]